beritadunesia-logo

Goa Pawon

\"GuaGoa Pawon termasuk wilayah Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat. Terletak ± 5 km di sebelah timur Kecamatan Cipatat atau  ± 25 km dari pusat Kota Bandung. Jarak dari Jalan Raya Padalarang – Cianjur ± 2 km melalui jalan desa menuju ke lokasi. Goa Pawon terletak pada koordinat  107º 26\'245\" dan 06º49\'369\", dengan tinggi dari permukaan laut 601 m. Gua Pawon berada di puncak bukit Pawon yang merupakan daerah penambangan batu kapur, dan pada zaman dahulu merupakan  tepian Danau Bandung Purba. 

Goa Pawon pernah dicatat pada tahun 1959 dalam hasil survey geologi dan tahun 1999 Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB) melakukan survey dan pemetaan geologi di kawasan Gua Pawon dan sekitarnya, selanjutnya KRCB tahun 2000 melakukan pengujian geomagnetic.

Pada tahun 2003 Balai Arkeologi Bandung mengadakan penelitian arkeologi yang menemukan tulang manusia dalam kondisi yang masih utuh. Penelitian arkeologis terus dilanjutkan oleh Balar Bandung dan UPTD Balai Pengelolaan Kepurbakalaan, sejarah dan Nilai Tradisional pada tahun 2004-2005.

A.C. De Yong dan G.H.R. Von Koenigswald tahun 1930-1935 telah melakukan survei kepurbakalaan di kawasan Jawa Barat di antaranya di Dataran Tinggi Bandung serta Cianjur.  Berdasarkan hasil survey tersebut berhasil ditemukan alat-alat budaya masa lalu dari bahan obsidian, kalsidon, kwarsit, rijang dan andesit berupa anak panah, pisau, penyerut, gelang batu, batu asah. Beberapa ahli menyimpulkan temuan tersebut dikategorikan sebagai alat-alat budaya yang dimiliki oleh manusia Preneolitik, yang hidupnya mulai menetap di gua-gua atau ceruk atau sering kali dijumpai di kawasan perbukitan gamping. Pemetaan yang dilakukan G.H.R. Von Koenigswald terhadap penyebaran situs-situs tersebut menemukan konsistensi yaitu alat-alat tersebut selalu berada di puncak-puncak bukit dengan ketinggaian lebih dari 725 m di atas permukaan laut. Dengan menggunakan ketinggian minimum dari keberadaan situs-situs tersebut dapat diperkirakan keberadaan danau purba berada pada ketinggian sekitar 725 m dpl. 

Gua Pawon memiliki panjang 38 m dan lebar 16 m, sedang tinggi atap gua tidak dapat diketahui secara pasti karena saat ditemukan bagian atap gua sudah runtuh. Lantai gua hanya tersisa sebagian kecil di sisi barat karena sudah digali oleh masyarakat setempat untuk pengambilan fospat dengan kedalaman 4-5 m. Sedangkan lantai bagian tengah tertimbun oleh bongkahan runtuhan atap, sebagian besar sudah tererosi, sehingga membentuk lereng yang cukup terjal.
Di Goa Pawon hingga sekarang belum dibangun fasilitas untuk tujuan wisata seperti jalan yang belum diaspal, belum tertata Situs dan lingkungannya, yang dapat menunjang kelancaran maupun kenyamanan bagi pengunjung. Agaknya minat masyarakat untuk datang ke Goa Pawon cukup banyak, hal ini karena masyarakat memiliki keingintahuan yang sangat besar terhadap temuan kerangka manusia pertama di Jawa Barat ini. Selain itu Gua Pawon memiliki daya tarik yang belum terpublikasi berupa pemandangan alam yang dapat dilihat dari dalam Gua Pawon berupa hamparan lembah dengan sawah, perkebunan dan aliran Sungai Cibukur yang indah. Bagi wisatawan yang menyukai oleh raga menantang seperti mendaki gunung (hiking) dapat mendaki puncak bukit Pawon dimana terhampar batu-batu alam sebagai hasil bentukan alam yang menyerupai sebuah taman batuan yang menakjubkan. 

Sumber : http://www.disparbud.jabarprov.go.id